logo ikapmawi
Opini2 mnt baca

MWI, Akar yang Tak Boleh Lupa: Sebuah Renungan Menjemput Kembali “Captive Market” yang Hilang

R
Redaksi IKAPMAWI
Redaksi Resmi Perkumpulan
2 Jan 2026
•
37 pembaca
MWI, Akar yang Tak Boleh Lupa: Sebuah Renungan Menjemput Kembali “Captive Market” yang Hilang

oleh : Yashir Mustaqim Angkatan ’93

Seringkali saya merenung tentang MWI dan peran kita di IKAPMAWI. Sejarah mencatat, MWI bukan sekadar pesantren tua. Ia adalah pioneer, sang “Agent of Change” di Banyumas Raya yang berani mengusung purifikasi Islam dan menerapkan sistem klasikal di awal zamannya. Keunikan MWI kian terasa dengan adanya simbiosis yang hangat antara pesantren dengan masyarakat Dusun Teleng.

Pengalaman saya—dan mungkin ribuan alumni lainnya—masuk ke MWI bukan sekadar mencari sekolah, melainkan sebuah penugasan ideologis dari orang tua. Mereka mengirim kita karena percaya MWI adalah benteng akidah. Inilah yang Ustad Sunaryo sebut sebagai Captive Market; 70-80% santri baru lahir dari keluarga yang memiliki DNA MWI.

Namun, mari kita jujur melihat ke belakang. Kejayaan “pasar loyal” ini dibangun bukan oleh algoritma media sosial, melainkan oleh keringat para “Kyai Panggung” kita. Nama-nama besar seperti KH Asifudin Zawawi, KH Munji, dan KH Muslim adalah magnet yang berkeliling dari mimbar ke mimbar, menyapa umat di Kawunganten, Sidareja, Purbalingga, hingga Lampung. Mereka merawat silaturahmi secara fisik, membangun kepercayaan secara tatap muka.

Sayangnya, inilah mata rantai yang mulai hilang. Kita memiliki “pasar” yang besar, namun kurang terawat. Kita rindu figur kharismatik yang mampu menjadi magnet baru.

Mungkin terdengar kuno di era digital ini, namun mengembalikan tradisi “turun ke bawah” dan merawat ikatan emosional dengan basis massa adalah strategi yang mendesak untuk dipertahankan. Ini adalah PR besar bagi IKAPMAWI untuk duduk bersama Yayasan, menyusun peta jalan (road map) agar kita tidak hanya eksis di dunia maya, tapi kembali mengakar kuat di hati masyarakat.

Sumonggo, para senior dan kawan-kawan, mari kita diskusikan jalan pulang untuk kejayaan masa depan.

Keluarga Besar MWI Kebarongan

Hadir atau Punya Kenangan di Almamater?

Sambungkan tali silaturahmi, kabar profesi, dan domisili Anda di direktori resmi IKAPMAWI untuk mempererat ukhuwah alumni lintas benua.

Sambungkan Silaturahmi
Bagikan Kabar Ini ke WhatsApp Group Angkatan:

Kabar Pilihan Lainnya

Warta terkini kegiatan dan pengabdian alumni MWI

Lihat Semua Warta
IKAPMAWI Resmi Luncurkan Program PPSDA  Gelar Creative Talk dan Bazar Buku untuk Santri MWI Kebarongan
Berita
4 mnt baca
15 Okt 202648 pembaca

IKAPMAWI Resmi Luncurkan Program PPSDA Gelar Creative Talk dan Bazar Buku untuk Santri MWI Kebarongan

RRedaksi IKAPMAWI
Baca
Resmi Berbadan Hukum, IKAPMAWI memasuki Era Tata Kelola Modern
Berita
5 mnt baca
25 Jul 2026191 pembaca

Resmi Berbadan Hukum, IKAPMAWI memasuki Era Tata Kelola Modern

RRedaksi IKAPMAWI
Baca
Bangga! Dr. Erlin Kurnia (Alumni MWI) Lulus Disertasi Humanistik
Artikel
6 mnt baca
13 Jul 202652 pembaca

Bangga! Dr. Erlin Kurnia (Alumni MWI) Lulus Disertasi Humanistik

RRedaksi IKAPMAWI
Baca
In Memoriam: Selamat Jalan Ustadz Drs. H. Faesol Muslim, MA – Obor Literasi, Akademisi Global, dan Penjaga Marwah Kebarongan
Berita
5 mnt baca
14 Jun 2026110 pembaca

In Memoriam: Selamat Jalan Ustadz Drs. H. Faesol Muslim, MA – Obor Literasi, Akademisi Global, dan Penjaga Marwah Kebarongan

RRedaksi IKAPMAWI
Baca