Purwokerto — Ketua Umum Ikatan Alumni POMESMAWI (IKAPMAWI) masa khidmat 2025–2030, Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, menegaskan bahwa Ikapmawi menaungi alumni dari sebuah Lembaga (POMESMAWI) besar yang telah melewati sejarah tidak panjang, hasil dari doa, air mata, harpan, dan pengorbanan para pendiri. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat IKAPMAWI di Dominic Hotel Purwokerto, Sabtu (11/1/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Inayah mengajak seluruh pengurus dan alumni untuk selalu mengingat akar sejarah MWI. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak boleh membuat alumni tercerabut dari nilai dan tradisi yang telah diwariskan para pendiri. “Kita tidak boleh melupakan akar, tetapi harus terus berkembang menjawab tantangan Jaman,” tegasnya.
Ia kemudian memaparkan tiga pilar utama visi dan misi kepemimpinan pengurus IKAPMAWI periode 2025–2030. Pilar pertama adalah dimensi alumni, yakni membangun alumni yang inklusif, kompetitif, dan berani tampil di tingkat nasional maupun global. Alumni POMESMAWI, menurutnya, harus mampu merangkul semua kalangan serta percaya diri menunjukkan kapasitasnya di berbagai ruang pengabdian.
Pilar kedua adalah dimensi almamater, dengan komitmen berhidmat menjaga kehormatan dan marwah POMESMAWI yang telah berdiri lebih dari satu abad (148 tahun). IKAPMAWI diposisikan sebagai penjaga nilai, sejarah, dan reputasi lembaga, sekaligus mitra strategis dalam pengembangannya.
Adapun pilar ketiga adalah dimensi pengabdian, yang menekankan kehadiran IKAPMAWI di tengah masyarakat sebagai problem solver. Prof. Inayah menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, sehingga IKAPMAWI harus hadir dan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan umat dan masyarakat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Inayah memaparkan peta jalan (roadmap) kepengurusan lima tahun ke depan. Tahun pertama difokuskan pada konsolidasi dan penguatan fondasi organisasi, termasuk penyusunan database alumni secara sistematis untuk memetakan potensi dan keahlian. Tahun kedua diarahkan pada pembangunan jejaring bisnis dan professional lainnya dengan memanfaatkan kapasitas dan potensi alumni baik sebagai pengusaha, tokoh Agama, akademisi, birokrat, maupun profesional lainnya.
Pada tahun ketiga, IKAPMAWI menargetkan pembentukan dana abadi guna mendukung kemajuan pondok dan almamater secara berkelanjutan. Tahun keempat difokuskan pada penciptaan dampak nyata bagi umat, sementara tahun kelima diarahkan pada penyiapan regenerasi sumber daya manusia untuk mendukung keberlangsungan dan kualitas SDM IKAPMAWI di masa depan.

Menutup sambutannya, Prof. Inayah mengajak seluruh pengurus dan alumni untuk bergerak bersama dalam semangat kolaborasi dan kebermanfaatan. Ia menegaskan bahwa IKAPMAWI harus tumbuh sebagai organisasi alumni yang kuat secara struktur, matang secara visi, dan nyata dalam kontribusi bagi keluarga alumni, almamater, umat, dan bangsa. (Estria)



