Menjadi “The Guardians of Legacy”: Pesan Ketum IKAPMAWI dalam Wisuda dan Penyerahan Alumni MWI Kebarongan

KEBARONGAN, 31 MEI 2026 – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan pada hari ini, Ahad (31/5). Pondok bersejarah yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1878 ini menggelar hajatan besar, yaitu Wisuda dan Penyerahan Santri Kelas XII untuk resmi melangkah ke tengah-tengah masyarakat sebagai alumni baru.

Momen paling emosional dalam rangkaian acara inti terjadi saat prosesi penyerahan secara formal alumni kelas 12 dari pihak madrasah yang diwakili oleh Kepala MA WI, Ust. Taufiq, S.Ag., kepada Ikatan Keluarga Alumni Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) Nasional.

Karena Ketua Umum IKAPMAWI Pusat, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag, M.Hum., MA. berhalangan hadir secara langsung di lokasi, pidato sambutan tersebut diwakilkan dan dibacakan  oleh Bp. Suprapto, SH (Ketua-II sekaligus Bidang Kemitraan Pomesmawi).

Bukan Akhir, Melainkan “Starting Line” Perjuangan Nyata, Sambutan Ketua Umum menegaskan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari babak kehidupan yang sesungguhnya.

“Hari ini mungkin terasa sebagai garis akhir dari sebuah perjuangan panjang—belajar keras, mengaji, menghafal, dan berproses di pondok tercinta ini. Namun, izinkan saya mengingatkan: ini bukanlah garis akhir, melainkan awal (starting line) dari perjuangan yang sesungguhnya. Momentum peralihan kalian dari santri menjadi alumni dan anggota masyarakat yang sesungguhnya,” pesan Prof. Inayah.

Pihak IKAPMAWI menyatakan menerima para wisudawan baru ini dengan tangan terbuka dan kebanggaan yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke, bahkan yang kini berada di luar negeri. IKAPMAWI diposisikan sebagai “rumah baru” yang siap merangkul, membimbing, dan membersamai langkah mereka ke mana pun arah karir dan pendidikan yang akan dipilih.

Melalui sambutan tersebut, Ibu Ketua juga mengingatkan kembali visi dasar organisasi sebagaimana tertuang dalam AD/ART Bab II Pasal 6 tentang Asas, Visi, Misi, Tujuan, dan Usaha:

“Terwujudnya kesatuan alumni Pondok Pesantren dan Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan dan peran sertanya dalam memajukan almamater, alumni, dan masyarakat.”

Visi besar ini mencakup tiga ruang pengabdian strategis yang saling menopang:

  1. Dimensi Internal: Mempererat solidaritas dan memberdayakan potensi alumni agar kompetitif di kancah lokal, nasional, maupun global.
  2. Dimensi Institusional: Berkhidmat menjaga marwah, kehormatan, dan kemajuan fisik serta akademik almamater MWI.
  3. Dimensi Sosial: Menebar kemaslahatan dan manfaat nyata bagi seluruh umat.

Lima Prinsip Dasar Menjaga Kesehatan Mental dan Keberhasilan: Menghadapi dunia luar pesantren yang penuh dengan dinamika teknologi dan sosial, Ketua Umum menitipkan lima prinsip hidup esensial bagi para alumni baru agar tetap tangguh:

  • Prinsip 1 (Self-Love & Control): Perkuat benteng diri dengan menerima kelebihan serta kekurangan diri sendiri, kontrol pikiran, sikap, dan tindakan, serta jangan menggantungkan kebahagiaan pada validasi eksternal.
  • Prinsip 2 (Ikhtiar & Syukur): Selalu berikhtiar maksimal dan bersyukur dalam kondisi apa pun sebagai sumber kebahagiaan sejati.
  • Prinsip 3 (Silaturahim): Jaga selalu ikatan batin dengan pondok, madrasah, para asatidz, dan sesama teman seperjuangan.
  • Prinsip 4 (Kerukunan): Bangun kerja sama dan kebersamaan, serta jangan mudah terpecah belah oleh perbedaan.
  • Prinsip 5 (Ta’awun / Saling Menolong): Utamakan tolong-menolong. “Jika kelak kalian sukses, jangan lupakan teman yang masih berjuang. Tarik tangan mereka agar kita bisa sukses dan bahagia bersama.”

“The Guardians of Legacy”: Penjaga Warisan Sejak 1878

Menutup pembacaan sambutan, Suprapto mengajak para wisudawan untuk menyadari tanggung jawab besar yang kini ada di pundak mereka. Sebagai alumni dari institusi yang usianya jauh lebih tua dari Republik Indonesia, para wisudawan adalah “The Guardians of Legacy” (para penjaga warisan perjuangan).

“Ada kehormatan, darah, dan air mata perjuangan para pendiri (muassis) di pundak kalian. Oleh karena itu, jagalah marwah MWI Kebarongan di mana pun kaki kalian berpijak. Tunjukkan akhlak seorang santri Wathoniyah yang moderat, cerdas, beradab, religius, berjiwa nasionalis, dan bahagia.”

Acara diakhiri dengan Ucapan slogan perjuangan yang disampaikan kepada seluruh hadirin: “IKAPMAWI: Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat!”

Santri kelas 12 Takhasus yang baru saja didaulat membacakan Ikrar Wisudawan di hadapan ratusan hadirin ini, juga merupakan Ketua OSIM (Ikatan Pelajar Madrasah Wathoniyah Islamiyah – IPMAWI) periode aktif yang kini resmi menyandang status baru sebagai alumni.

Tim Media IKAPMAWI berkesempatan menemui Rijal di sela-sela momentum kelulusannya untuk melakukan wawancara singkat mengenai pandangan generasi muda terhadap wadah alumni ini.

Kenangan Manis Bersama Kakak-Kakak Alumni, Saat ditanya mengenai sejauh mana ia mengenal IKAPMAWI, pemuda yang akrab disapa Rijal ini menjawab dengan antusias. Menurutnya, kiprah IKAPMAWI sudah sangat akrab di telinga para santri aktif melalui berbagai program kolaboratif.

“Tentu pernah (mendengar tentang IKAPMAWI). Yang paling menonjol dan diingat santri adalah ketika kakak-kakak IKAPMAWI hadir menjadi pemateri dalam agenda Upgrading IPMAWI. Selain itu, ada juga acara IKAPMAWI Expo di mana seluruh pengisinya adalah para alumni sendiri,” kenang Rijal dengan wajah bangga.

Rijal juga dengan fasih menyebutkan nama Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag, M.Hum., MA. sebagai Ketua Umum IKAPMAWI Pusat saat ini, menunjukkan bahwa komunikasi dan figur kepemimpinan alumni telah tersosialisasi dengan sangat baik bahkan ke tingkat santri aktif.

Sebagai representasi dari angkatan kelulusan tahun 2026, Rijal menitipkan pesan yang sangat kuat dan to-the-point untuk teman-teman seangkatannya serta para alumni senior yang sedang menempuh jalan hidup masing-masing.

“Untuk teman-teman alumni yang satu angkatan, atau kakak-kakak alumni di atas saya, mari kita ikuti dan aktif di IKAPMAWI. Karena IKAPMAWI itu sangat berguna untuk kita, utamanya dalam menyambung tali silaturahmi. Selain itu, wadah ini sangat penting untuk menambah relasi kita tentang dunia perkuliahan, maupun dalam mempersiapkan diri menuju dunia kerja nanti,” ungkap Rijal dengan penuh harap.

Pernyataan dari Ketua IPMAWI ini menjadi bukti bahwa visi IKAPMAWI sebagai navigator masa depan lulusan telah disambut dengan sangat positif oleh generasi muda. Kesiapan para wisudawan baru untuk langsung melebur dalam barisan keluarga besar IKAPMAWI menjadi suntikan energi segar bagi organisasi untuk terus berbenah dan menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.

Selamat datang di IKAPMAWI, Rijal dan seluruh jajaran wisudawan angkatan 2026! Kepakkan sayap kalian tinggi-tinggi, karena rumah besar alumni siap membersamai setiap jengkal langkah perjuangan kalian.

Media IKAPMAWI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top