In Memoriam: Selamat Jalan Ustadz Drs. H. Faesol Muslim, MA – Obor Literasi, Akademisi Global, dan Penjaga Marwah Kebarongan

JAKARTA, 14 Juni 2026 – Kabar duka mendalam menyelimuti segenap alumni lintas generasi dan seluruh keluarga besar IKAPMAWI di berbagai belahan dunia. Salah satu putra terbaiknya, Bapak Drs. H. Faesol Muslim, MA, telah berpulang ke rahmatullah pada hari Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09:30 WIB di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, pada usia 85 tahun.

Almarhum mengembuskan napas terakhirnya tepat saat buku kumpulan tulisan alumni, Buku Alumni MWI Ber-Seri Edisi-9, tengah dalam proses naik cetak—sebuah karya di mana beliau bertindak sebagai penulis tetap sekaligus pemberi Kata Pengantar. Kepulangannya meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan keteladanan yang tak ternilai bagi dunia pendidikan Islam dan kemanusiaan.

Lahir pada 7 Maret 1941, Pak Faesol Muslim merupakan alumnus MWI Kebarongan Angkatan 1956. Pendidikan klasikal pesantren yang beliau tempuh di Kebarongan menjadi jangkar batin yang kokoh ketika beliau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Beliau menamatkan studi di jurusan Sastra Inggris IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta – UNY) dan kemudian mengabdi sebagai dosen di sana. Dahaga akan ilmu membawanya terbang melintasi samudra. Menjelang tahun 1970, Pak Faesol menempuh studi di Victoria University of Wellington, Selandia Baru, dan melanjutkan pendidikan pascasarjananya di University of Hawaii, Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.

Riwayat akademis ini menobatkan beliau sebagai salah satu alumni MWI pertama yang berhasil menembus universitas dunia pada era tersebut, membuktikan kepada dunia bahwa lulusan pesantren mampu bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri kesantriannya.

Setelah sempat mengabdi sebentar sebagai dosen di IKIP Yogyakarta and Institut Al-Qur’anul Karim (IAK) Pondok Pesantren MWI Kebarongan, Banyumas, panggilan pengabdian membawa beliau melangkah ke ranah diplomasi kemanusiaan global.

Pak Faesol mendedikasikan sebagian besar karir profesionalnya di lembaga internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi dunia lainnya:

  • IPPF (International Planned Parenthood Federation) di Kuala Lumpur, Malaysia.
  • UNICEF (United Nations Children’s Fund) di Jakarta.
  • UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) di Jakarta.

Melalui badan-badan dunia ini, beliau berkontribusi nyata pada isu-isu kesejahteraan anak, pendidikan, dan kebudayaan, merefleksikan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di panggung internasional.

Pasca-purna tugas dari badan-badan internasional tersebut, Pak Faesol tidak memilih untuk beristirahat. Jiwa santrinya memanggil beliau untuk kembali dan membangun tanah kelahirannya, Kebarongan.

Salah satu wujud bakti luhurnya adalah menghidupkan kembali tempat pengajian kakeknya, (Alm) KH Mbah Sirodj (Sirodjoeddin), dengan membangun sebuah gedung dakwah representatif yang kini menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Tidak hanya itu, Pak Faesol juga mewakafkan sebidang tanah berharga and ikut membiayai pembangunan Gedung Da’wah Muhammadiyah di Kebarongan, Banyumas.

Bagi almamater tercinta, Ponpes MWI Kebarongan, beliau adalah sosok sesepuh yang selalu peduli. Komitmen literasinya diwujudkan dengan menjadi penulis tetap pada Buku Alumni MWI Ber-Seri dari edisi awal hingga Edisi-9 yang kini tengah dipersiapkan. Kata Pengantar yang beliau tulis untuk Edisi-9 menjadi warisan pena terakhir, sebuah wasiat pemikiran yang beliau tinggalkan sesaat sebelum berpulang.

Kepergian Pak Ustadz Faesol Muslim mengundang rasa kehilangan mendalam dari berbagai tokoh nasional. Sejarawan terkemuka sekaligus Ketua Tim Penulis Ulang Sejarah RI, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum, menyampaikan belasungkawa dan kesaksiannya:

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, berita yang sama saya dapatkan pagi ini. Rupanya pertemuan terakhir saya dengan (Almarhum) Pak Faesol Muslim di Purwokerto yang lalu. Orang yang ‘alim, mencerdaskan, dan baik hati. Saya mendoakan Almarhum diterima sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Aamiin…”

Sementara itu, di Yogyakarta, suasana duka juga menyelimuti rumah duka. Berbagai karangan bunga ucapan belasungkawa, termasuk dari keluarga besar IKAPMAWI Kebarongan, tampak berjajar rapi sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi luar biasa Almarhum semasa hidup.

Para pelayat, tetangga, serta kerabat dekat berkumpul di rumah duka dengan, melantunkan doa sembari menunggu kedatangan jenazah Almarhum dari Jakarta untuk disemayamkan.

Segenap Pengurus Pusat dan Anggota IKAPMAWI di seluruh penjuru dunia mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Ustadz Drs. H. Faesol Muslim, MA. Sebagai wujud takzim dan belasungkawa langsung, perwakilan jajaran Pengurus Pusat IKAPMAWI hadir untuk ber ta’ziyah dan menemani keluarga serta memberikan doa terbaik bagi Almarhum.

Semoga segala amal ibadah, wakaf, ilmu yang bermanfaat, serta khidmat kemanusiaan yang beliau tebarkan semasa hidup menjadi amal jariyah yang menerangi kuburnya dan menuntun beliau menuju surga-Nya.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan sang penjaga warisan perjuangan MWI Kebarongan. Semoga husnul khatimah.

Informasi dihimpun oleh Tim Redaksi dari Drs. Muhammad Zuhair, AG, M.Si. (Alumnus MWI, lulusan Program Kajian Timur Tengah & Islam Universitas Indonesia tahun 2005). Beliau juga merupakan kontributor tulisan aktif pada Buku Nubar Alumni MWI Seri 2 dengan karya bertajuk “Perjalanan Karirku: Masuk Kota, Desa, Hutan”.

Penulis: Tim Media IKAPMAWI,

Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top